Tuntunan Dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan, Oleh Drs H Imam Durori M Ag

    Tuntunan Dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan, Oleh Drs H Imam Durori M Ag
    Gerhana Bulan

    Ditulis oleh :Drs. H. IMAM DURORI, M. Ag (Sekretaris MUI Kabupaten Banyumas)

    Judul: Tuntunan Dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

    BANYUMAS - Dalam melakukan Sholat Gerhana Bulan, mempunyai tahapan. Sholat Gerhana Bulan yang akan terjadi pada Jum'at, 19 November 2021, sebaiknya dilakukan sekitar pukul Pukul 14:18 - 19:03 Wib).

    Dalam hal tersebut Gerhana meliput baik gerhana bulan maupun gerhana matahari, adalah fenomena alam, sering terjadi serta terjadi berulang kali, namun bagi ummat Islam, fenomena alam yang biasa ini menjadi luar biasa karena gerhana merupakan salah satu momentum untuk melakukan berbagai amal ibadah.

    GO.WEB.ID
    market.biz.id GO.WEB.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Salah satu amal ibadah yang dianjurkan oleh Rosuulullooh Muhammad shollalloohu 'alaihi wa sallam saat terjadi gerhana adalah anjuran untuk memperbanyak istighfar, memperbanyak takbir, melaksanakan sholat gerhana, ber-do'a kepada Alloh subhaanahu wa ta'aalaa, dan memperbanyak sedekah.

    Hal ini sesuai maqshud hadits sebagaimana yang telah diberitakan oleh sayyidah 'Aaisyah rodhiyalloohu 'anhaa kurang lebih sebagai berikut:

    عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، فَصَلَّى رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالنَّاسِ, فَقَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوْعَ،  ثُمَّ قَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ، وَهُوَ دُوْنَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوْعَ، وَهُوَ دُوْنَ الرُّكُوْعِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُوْدَ، ثُمَّ فَعَلَ فِيْ الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ مَا فَعَلَ فِيْ الْأُوْلَى، ثُمَّ انْصَرَفَ، وَقَدْ تَجَلَّتِ الشَّمْسُ، فَخَطَبَ النَّاسَ، فَحَمِدَ اللّٰهَ وَ أَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللّٰهِ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذٰلِكَ فَادْعُوْا اللّٰهَ، وَكَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا، وَ تَصَدَّقُوْا.رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

    INFOPUBLIK.CO.ID
    market.biz.id INFOPUBLIK.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    _'an 'Aaisyata rodhiyalloohu 'anhaa qoolat:__khosafatisysyamsu fii 'ahdi rosuulillaahi shollalloohu 'alaihi wa sallama fa sholla rosuululloohi shollalloohu 'alaihi wa sallama binnaasi, fa qooma fa athoolal qiyaama, tsumma roka'a fa athoolarrukuu'a, tsumma qooma fa athoolal qiyaama wahuwa duunal qiyaamil awwali, tsumma roka'a fa athoolarrukuu'a wahuwa duunarrukuu'al awwali, tsumma sajada fa athoolassujuuda, tsumma fa'ala firrok'atitsaaniyati mitsla maa fa'ala fil uulaa, tsummanshorofa, wa qod tajallatisysyamsu, fa khotobannaasa, fa khamidallooha, wa atsnaa 'alaih, tsumma qoola:_ _innasysyamsa wal qomaro aayataani min aayaatillaah, laa yakhsifaani limaoti ahadin, walaa lihayaatihi._ _Fa idzaa roaetum dzaalik fad'ullooha, wa kabbiruu, wa sholluu, wa tashoddaquu.__Rowaahul Bukhooriyyu._ 

    Artinya: Dari 'Aaisyah rodhiyalloohu 'anhaa ia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rosulillaah shollalloohu 'alaihi wa sallam. Maka Rosuulullooh shollalloohu 'alaihi wa sallam melaksanakan sholat bersama para shohabatnya. Maka berdiri dan lama berdirinya. Kemudian ruku' dan lama ruku'nya. Kemudian berdiri kembali namun lebih pendek dari berdiri yang pertama.Kemudian ruku' kembali namun lebih pendek dari ruku' yang pertama. Kemudian sujud dan lama sujudnya.Kemudian melakukan hal serupa ini pada roka'at yang kedua.Kemudian Rosul berpaling dan matahari sudah nampak terang kembali.Maka kemudian Rosuulullooh shollalloohu 'alaihi wa sallam berkhutbah. Setelah memuji Allooh subhaanahu wa ta'aalaa dan mengagungkan-Nya kemudian bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda dari berbagai tanda kekuasaan Allooh subhaanahu wa ta'aalaa,  Terjadinya gerhana tidak ada sangkut paut dengan kematian atau kehidupan seseorang, Apabila kalian menangi gerhana maka berdo'alah kepada Allooh subhaanahu wa ta'aalaa, bertakbirlah kalian, sholatlah kalian dan bersedekahlah kalian,  HR. Al-Bukhori. 

    PAPARAZI.CO.ID
    market.biz.id PAPARAZI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Adapun tahapan-tahapan pelaksanaan sholat gerhana bulan kurang lebih sebagai berikut :

    [1]. Baik Imam maupun makmum berniat di dalam hati sembari ber-Takbirotul ihrom/mengangkat kedua tangan setinggi pundak sambil mengucap lafadz Alloohu Akbar. Imam bertakbir terlebih dahulu secara jahr/keras kemudian disusul oleh para makmum secara sirri/lirih, sebelum ber-Takbirotul ihrom, boleh melafadzkan niat terlebih dahulu secara sirri/lirih dalam rangka untuk membimbing hadirnya hati,  misalnya dengan lafadz sebagai berikut:

    أُصَلِّي سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

    _Usholli sunnatan likhusuufil qomari, rok'ataeni, mustaqbilal qiblati, ma-muuman, lillaahi ta'aalaa_

    Artinya:Aku berniat mengerjakan sholat sunah gerhana bulan, 2 roka'at, menghadap qiblat, sebagai makmum, karena Allooh Dzat Yang Maha Luhur. (Bagi Imam, lafadz makmuuman diganti dengan lafadz imaaman).

    JURNALIS.TV
    market.biz.id JURNALIS.TV
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    [2]. Imam dan Makmum membaca do’a iftitah secara sirri/lirih, kemudian Imam membaca suroh al-Fatihah secara jahr/keras dan diamini oleh para makmum secara jahr/keras. Makmum pun kemudian membaca suroh al-Fatihah secara sirri/lirih.

    [3]. Imam kemudian membaca suroh al-Qur'an yang panjang secara jahr/keras.

    [4]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum melakukan ruku’ sambil memanjangkannya, bisa dengan membaca 7 kali bacaan tasbih.

    [5]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum bangkit dari ruku’ (i’tidal).

    [6]. Setelah membaca do'a i’tidal tidak langsung sujud, namun Imam kembali membaca suroh al-Fatihah secara jahr/keras dan diamini oleh para makmum secara jahr/keras. Para makmum pun kembali membaca suroh al-Fatihah secara sirri/lirih.

    [7]. Imam kembali membaca suroh al-Qur'an yang panjang secara jahr/keras, namun tidak sepanjang suroh yang dibaca sebelum ini.

    [8]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum melakukan ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya,  bisa dengan membaca 5 kali tasbih.

    [9]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum bangkit dari ruku’ (i’tidal).

    [10]. Setelah membaca do'a i'tidal, lalu Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum melakukan sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, bisa dengan membaca 7 kali tasbih, lalu Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum duduk di antara dua sujud, dan setelah itu Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum melakukan sujud kembali.

    [11]. Selanjutnya Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum bangkit dari sujud lalu duduk istirohah sebentar tidak sampai tuma'ninah kemudian berdiri tegak.

    DESTINASI.CO.ID
    market.biz.id DESTINASI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    [12]. Selanjutnya Imam membaca suroh al-Fatihah secara jahr/keras dan diamini oleh para makmum secara jahr/keras.  Makmum pun kemudian membaca suroh al-Fatihah secara sirri/lirih.

    [13]. Imam kemudian membaca suroh al-Qur'an yang panjang secara jahr/keras,  namun tidak sepanjang suroh yang dibaca pada roka'at pertama.

    [14]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum melakukan ruku’ sambil memanjangkannya,  bisa dengan membaca 7 kali tasbih.

    [15]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum bangkit dari ruku’ (i’tidal).

    [16]. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun Imam kembali membaca suroh al-Fatihah secara jahr/keras dan diamini oleh para makmum secara jahr/keras. Para makmum kembali membaca suroh al-Fatihah secara sirri/lirih.

    [17]. Imam kembali membaca suroh al-Qur'an yang panjang secara jahr/keras, namun tidak sepanjang suroh yang dibaca sebelum ini.

    [18]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum melakukan ruku’ kembali (ruku’ kedua pada roka'at kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

    [19]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum bangkit hari ruku’ (i’tidal).

    [20]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum melakukan sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.

    [21]. Kemudian Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum bangkit dari sujud lalu duduk dan ber-Tasyahud akhir.

    [22]. Selanjutnya Imam yang kemudian diikuti oleh para makmum melakukan Salam.

    [23]. Setelah itu Imam bangkit dari duduknya, kemudian berdiri dengan menghadap jama'ah dan menyampaikan Khutbah yang berisi anjuran untuk memperbanyak ber-istighfar, ber-takbir, ber-dzikir, ber-do’a, dan ber-sedekah.

    [24]. Selesai. 

    Catatan :1. Imam dan atau Khotib sholat gerhana tidak harus menyaksikan secara langsung terjadinya gerhana, karena waktu terjadinya gerhana telah diperhitungkan dan diberitakan oleh berbagai fihak yang berkompeten di bidangnya.

    2. TATA CARA SHOLAT GERHANA telah ditulis di dalam buku Panduan Praktis Peribadatan "PENDIDIKAN AGAMA ISLAM bagi MASYARAKAT AWAM" karya Drs. H. IMAM DURORI,  M. Ag

    (JiS: N.SoN/***)

    Banyumas Jawa tengah
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Selamat HUT Pemuda Pancasila Ke 62 Tahun...

    Artikel Berikutnya

    Diduga Ada Bangunan di Kemenag Banyumas...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi verified

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 65

    Postingan Tahun ini: 2525

    Registered: Jul 17, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 65

    Postingan Tahun ini: 1859

    Registered: May 25, 2021

    Wijaya

    Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 24

    Postingan Tahun ini: 736

    Registered: Oct 11, 2021

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 24

    Postingan Tahun ini: 654

    Registered: Nov 15, 2021

    Profle

    Narsono Son verified

    Kemenkumham Jateng Gelar Tennis Fun, Mantapkan Persiapan Turnamen PTP
    Inisiasi Kerja Sama UB dengan Densus 88 untuk Cegah Radikalisme
    Kolaborasi FISIP-TVRI Jawa Timur untuk Program Beranda Kampus 
    Wujudkan P4GN, Kemenkumham Jateng Adakan Tes Urine

    Rekomendasi

    Beri Penguatan Jajaran Kanwil Jateng, Sekjen Kemenkumham Ajak Jajarannya Tumbuhkan Rasa Memiliki
    Wujudkan P4GN, Kemenkumham Jateng Adakan Tes Urine
    Babinsa Tetebatu Selatan dan Warga Gotong Royong Bersihkan Badan Jalan
    Pagelaran Wayang Kulit, Kapolri: Pelestarian Budaya Hingga Dekat dengan Masyarakat 
    Pangdam IV/Diponegoro Datangi Kediaman Kapolda Jateng Berikan Surprise di HUT Bhayangkara Ke -76

    Ikuti Kami